Kumpulan Cerita Dongeng Anak Pengantar Tidur Terbaik

Budaya membacakan cerita dongeng kepada anak sebagai pengantar tidur sangat baik untuk membantu perkembangan daya fikir anak, sekaligus sebagai langkah awal untuk mulai menumbuhkan minat baca kepada anak.

Anak-anak umumnya memiliki kecenderungan yang unik yaitu apa yang terjadi dalam kesehariannya dan apa yang dipikirkan biasanya terbawa ke alam mimpi. Karena itulah sebagai orang tua, kita harus selektif dalam memilih cerita dongeng

Dongeng anak sudah sepatutnya memuat nilai positif dan ada pesan moral yang didapatkan, serta isi cerita yang mudah dicerna, ringan dan singkat atau pendek

Untuk menghindari perasaan bosan, tidak ada salahnya juga kita membacakan dongeng anak yang memuat cerita-cerita lucu yang ringan namun tetap mengandung pesan moral seperti kisah 2 sahabat monyet dan kelinci yang bisa bapak ibu baca di salah satu dongeng pengantar tidur di bawah

Kumpulan Dongeng Anak Terbaik Dalam Bahasa Indonesia

Berikut 6 terbaik dongeng pengantar tidur anak dalam bahasa indonesia yang mana di halaman ini kami sajikan dalam bentuk cerita pendek.

1. Cerita Dongeng Keong Mas

keong mas

Pada zaman dahulu, hiduplah 2 putri raja yang cantik nan jelita bernama Canda Kirana dan Dewi Galuh

Pada suatu hari seorang pangeran tampan bernama Raden Inu Kertapati hendak melamar Candra Kirana.

Raja Kertamarta sekaligus ayah dari Candara Kirana dan Dewi Galuh, setuju untuk mempertunangkan Raden Inu Kertapati dengan Candra Kirana

Dewi Galuh yang ternyata diam diam menyukai raden Inu Kertapati dan iapun merasa dengki dengan Candra Kirana

Keesokan harinya, Dewi Galuh pergi ke seorang nenek sihir meminta bantuan agar Candra Kirana dikutuk menjadi Keong Mas yang menjijikkan agar Raden Inu Kertapati tidak jadi memilih Candra Kirana dan memilih dia sebagai penggantinya

Candra Kirana akhirnya menjadi Keong Mas dan dibuang ke sungai oleh Dewi Galuh

Suatu hari ada seorang nenek baik hati yang menemukan keong mas tersangkut di jala ikan miliknya. Keong Mas di bawa pulang oleh nenek, kemudian kembali lagi ke sungai untuk mencari ikan

Setelah beberapa lama di sungai tanpa hasil seeokor ikan pun, akhirnya nenek memutuskan untuk pulang

Sesampainya di rumah, nenek yang baik hati itu kaget melihat banyak makanan yang tersaji rapih di meja makan. Kejadian aneh itu berlangsung setiap hari.

Karena penasaran, keesokan harinya si nenek berpura-pura pergi ke sungai untuk mencari ikan dan ia pergi ke belakang rumahnya untuk mengintip mencari tahu siapa sebenarnya yang menyajikan makanan tersebut

Tidak menunggu lama, nenek sangat kaget setelah mengetahui ternyata Keong Mas yang didapatinya di sungai beberapa waktu lalu berubah menjadi seorang putri yang cantik dan dialah yang selama ini menyiapkan makanan untuknya.

Si nenek akhirnya menegur putri cantik “Siapa dan dari manakah asal mu wahai putri cantik?” kata si nenek. “Aku adalah putri kerajaan Daha yang disihir menjadi keong mas oleh nenek penyihir utusan saudaraku” jawab putri Candra Kirana

Di kerajaan Daha, Pangeran Inu Kertapati tidak tinggal diam setelah mengetahui Candra Kirana hilang. Ia berusaha mencari ke seluruh pelosok desa dengan menyamar sebagai rakyat biasa

Nenek sihir yang mengetahui maksud dan tujuan Raden Inu Kertapati hendak menggagalkan usaha pangeran dengan menyamar sebagai burung gagak yang dapat berbicara layaknya manusia

Burung gagak tersebut ikut menemani pangeran dan memberitahukan arah yang salah untuk menemukan putri Candra Kirana

Pangeran tampaknya mempercayai burung gagak dan diapun pergi mengikuti arah yang ditunjukkan oleh nenek sihir (burung gagak)

Di perjalanan, pangeran Raden Inu Kertapati menjumpai kakek miskin yang kelaparan, lalu ia pun memberikan makanan kepada kakek. Sang pangeran tidak megetahui kalau sebenarnya kakek itu bukanlah orang biasa melainkan seorang kakek yang sangat sakti

Tiba-tiba kakek tadi memukul burung gagak yang menemani pangeran, lalu burung tersebut berubah menjadi asap. Kakek pun tahu tujuan sang pangeran dan dia pun memberitahukan arah yang benar untuk menemukan Candra Kirana

Setelah berhari-hari mencari putri Candra Kirana, sang pangeran kehabisan air minum. Untung saja ia menjumpai gubuk kecil.

Pangeran pergi ke gubuk berharap ada seseorang yang mau memberikan minum tapi alangkah kagetnya pangeran karena ternyata digubuk itulah Candra Kirana berada

Karena perjumpaan keduanya, keong mas terlepas dari kutukan nenek sihir. Ia kembali menjadi seorang putri cantik nan jelita.

Mereka berdua kembali ke kerajaan dan akhirnya Dewi Galuh dihukum atas perbuatannya akan tetapi ia melarikan diri ke hutan karena takut dengan hukuman yang akan dihadapinya

2. Cerita Dongeng Inspiratif: Ayah, Anak & Keledai

cerita dongeng anak, ayah dan keledai

Pada suatu sore, seorang ayah bernama Parman ingin mengajak anaknya berkeliling dengan seekor keledai untuk mengenalkan anaknya tentang dunia luar dan barangkali ada perlajaran hidup yang didapati oleh si anak selama perjalanan

Ketika memulai perjalanan, sang ayah menaiki keledai sementara si anak berjalan di belakang. Belum jauh berjalan, mereka melewati sekumpulan wanita dan para wanita tersebut menyoraki Parman

“Hei Parman..kok tega-teganya membiarkan anakmu yang kecil itu berjalan kaki sementara kau asik dudul menunggangi keledai” ucap salah satu dari wanita tersebut

Mendengar ucapan wanita tersebut, Parman pun turun dan berkata kepada si anak.

“Naiklah lah nak, biar ayah yang berjalan kaki

Singkat cerita, mereka pun melanjutkan perjalanan dan sampai di ujung seberang desa, mereka kembali di tegur oleh dua orang tua yang sedang duduk berteduh di bawah pohon

“Mengapa kau berjalan kaki padahal usiamu sudah tua sementara anakmu yang masih muda dan kuat itu kau biarkan menunggangi keledai”

Apakah kau mendengar ucapan mereka nak? kata si ayah. Iya ayah aku dengar, jawab si anak

“Kalau begitu mari kita naiki sama-sama keledai ini” kata si Ayah

Belum seberapa jauh mereka melanjutkan perjalanan, ada sekumpulan anak muda yang melihat dengan pandangan yang kurang enak dan salah satu dari mereka pun berkata

“Kasihanilah keledai itu, beban kalian berdua sangat berat untuk keledai yang kurus itu dan bukankah kalian masih kuat untuk berjalan kaki”

Parman menoleh ke anaknya dan berkata ” Kau dengar itu anakku?” ya jawab singkat si anak

“Kalau begitu, mari kita turun dan berjalan kaki” biarkan ayah yang memegang tali keledainya” ucap Perman kepada anaknya

Sampai di desa seberang, sekali lagi mereka di soraki oleh sekumpulan anak muda, bahkan ada yang berkata kalau Parman dan anaknya bodoh karena membawa keledai tapi tidak ditunggangi

“Sekali lagi parman menanyakan kepada sianak, apakah mendengar ucapan anak muda tersebut” sianak pun menjawab dengan jawaban sama seperti sebelum-sebelumnya

Merekapun sampai di batas perkampungan berupa sungai dengan airnya yang bersih. Mereka istirahat dan memberikan minum keledai dan mulailah Parman berbicara kepada anaknya

Inilah hidup anakku, menurut kita benar belum tentu benar menurut sebagian yang lain. Benar menurut kita dan benar pula untuk sebagian lain tapi belum tentu benar untuk sebagian orang lain

Apapun yang kita lihat salah dalam diri orang lain, jangan langsung menyalahkan karena bisa jadi ada alasan tepat yang membuat orang tersebut melakukan suatu tindakan

Jika kau dewasa nanti, lakukanlah sesuatu yang kau yakini benar meskipun banyak orang yang berkata buruk tentang mu.

3. Cerita Dongeng Anak : Timun Mas

cerita dongeng timun mas

Timun mas adalah seorang anak gadis cantik yang cerdas, rajin, dan baik hati. Sedari kecil, timun mas hidup tanpa seorang ayah. Ia hidup dan dibesarkan oleh ibunya yang bernama Srini atau dipanggil Mbok Srini yang sehari-hari mencari kayu bakar di hutan yang tidak jauh dari gubuk kecil miliknya

Meskipun tanpa kehadiran seorang ayah, timun mas hidup bahagia bersama sang ibu yang sangat menyayanginya. Sampai satu waktu, perjanjian antara sang ibu dengan sosok raksasa menjadikan hati si ibu merasa sedih lantaran tidak ingin kehilangan satu-satunya anak kesayangannya begitupun juga timun mas yang tidak ingin berpisah dengan ibunya

Bagaimana kisah petualangan timun mas menghadapi raksasa yang ingin memakannya? simak selengkapnya melalui link di bawah ini

Cerita Dongeng Legenda Timun Mas

4. Cerita Dongeng Lucu: Persahabatan Monyet & Kelinci

Dongeng monyet dan kelinci

Monyet dan kelinci adalah dua sahabat yang sering menghabiskan waktu di pinggiran sungai untuk bercanda dan berbagi cerita

Pada suatu hari giliran monyet yang bercerita namun tidak seperti biasanya, si kelinci menegur tingkah polah si monyet karena merasa risih dan berkata

“Hei monyet, mengapa kau selalu bergerak sambil menggaruk-garuk bagian tubuhmu, tidak bisakah kau mengehentikan kebiasaan burukmu itu?”

Merasa tidak terima dengan teguran dari sahabatnya kelinci, si monyet pun balik menegur kelinci dan berkata

“Hei kau kelinci, apakah kau bisa menghentikan kebiasaan burukmu yang selalu mengendus-endus dan menggerak-gerakkan telingamu itu?”

Kelinci menjawab, “tapi aku tidak selalu mengendus dan menggerakkan hidung & telingaku, tidak seperti kau yang terus loncat sana sini”

Si monyet kembali menjawab dan akhirnya perdebatan antara 2 sahabat tersebut terus berlanjut

Karena tidak ada yang mengalah, akhirnya si monyet memberikan tantangan kepada kelinci

“Baiklah, akun akan berhenti bergerak dan menggaruk tubuhku asalkan kaupun berhenti dengan kebiasaan burukmu yang selalu mengendus-endus dan menggerakkan telinga”

Si kelinci pun sepakat dengan tantangan si monyet

Singkat cerita, ke-esokan harinya mereka berdua kembali bertemu ditempat yang sama, hanya duduk diam tanpa ada yang memulai pembicaraan.

Monyet yang sudah sangat tidak tahan dengan gatal di sekujur tubuhnya tetap berusaha untuk tidak menggaruk tubuhnya karena sudah berjanji untuk menghilangkan kebiasaan buruknya

Begitupun juga dengan si kelinci yang sangat ingin mengendus-enduskan hidungnya dan menggerakkan kupingnya

Karena merasa bosan hanya duduk diam dalam waktu yang lama, akhirnya si monyet mulai berbicara

“Hmm, kelinci.. aku sudah sangat bosan dengan diam seperti ini, bagaimana kalau kita bercerita untuk menghabiskan waktu”

“Baiklah, tapi aku yang terlebih dahulu bercerita” jawab kelinci

Kelinci pun mulai bercerita

Tahukah kau monyet, “kemarin saat aku datang kesini untuk menemuimu, aku mencium bau singa di balik rerumputan. Kemudian akun mengendus-endus ke udara” (sambil mempraktekkan bagaimana ia mengendus)

“Tapi tidak kutemukan singa di balik rerumputan itu” karena belum yakin, aku menggerak-gerakkan hidungku untuk memastikan” (sambil mempraktekkan gerakan hidungnya)

“Kemudian aku menggerakkan telingaku ke kiri dan ke kanan untuk mendengarkan apakah ada gerakan singa” ucap kelinci sambil menggerak-gerakkan telinganya

Monyet yang memperhatikan dengan seksama cerita kelinci segera sadar maksud si kelinci. Kelinci bercerita hanya mencari-cari alasan agar dapat melakukan kebiasaannya mengendus dan menggerakkan hidung dan telinganya

Kini tiba giliran monyet untuk bercerita

“Temanku, aku pun punya cerita yang hampir sama” Kemarin saat aku datang kesini untuk menemuimu, dijalan aku bertemu dengan anak-anak yang sangat nakal

Salah satu anak tersebut melempar kelapa dan tepat mengenai kepalaku” ucap si monyet sambil menggaruk-garuk kepalanya seolah-seolah kesakitan terkena lemparan

“Kemudian anak satunya lagi melemparku dengan batu, tepat mengenai daguku” sambil si monyet menggaruk dagunya mempraktekkan ceritanya

“Dan 2 anak perempuan lainnya melemparku dengan batok kelapa tepat mengenai tangan kanan dan kiriku” cerita monyet bersemangat sembari menggaruk kedua tangannya seolah-seolah masih merasa kesakitan

Melihat tingkah polah sahabatnya bercerita seperti itu, kelinci pun tertawa cekikikan dan begitu pula simonyet yang tertawa terbahak-bahak karena sesungguhnya mereka berdua sama-sama mengerti tujuan dari mereka bercerita

“Ya..ya..ceritamu sangat menarik monyet. Tapi kau sudah kalah dengan tantangan kemarin karena ketika kau bercerita, kau selalu menggaruk-garuk anggota tubuhmu” kata si kelinci

“Ya, ceritamu juga sangat bagus kawanku kelinci, tau kaupun sempat mengendus-endus dan menggerak-gerakkan hidung dan kupingmu pada saat bercerita tadi” balas si monyet

Akhirnya merekapun sadar, bahwa tidak mudah untuk menghilangkan kebiasaan buruk mereka berdua. Mereka akhirnya setuju untuk tidak mempermasalahkan kebiasaan buruk masing-masing

Pesan moral dari cerita dongeng anak ini adalah bahwa setiap pribadi memliki kelebihan dan pasti juga ada kekurangan, tidak sepatutnya kita hanya melihat sisi kekurangan orang lain. Kita juga harus bercermin dan introspeksi diri bahwa kita juga pasti memiliki kekurangan

Pesan moral selanjutnya adalah, persahabatan tidak seharusnya putus hanya lantaran kukurangan yang ada pada orang lain apalagi untuk masalah yang sepele

5. Kisah Anak Durhaka Malin Kundang

malin kundang

Malin Kundang adalah cerita rakyat sumatera barat yang mengisahkan sosok anak durhaka yang tidak mau mengakui ibu kandungnya setelah sukses merantau keluar daerah dan memperistri seorang wanita cantik bangsawan

Pada zaman dahulu, hiduplah seorang wanita tua penjual kue dengan satu anak yang sangat disayanginya. Semasa kecil, Malin Kundang adalah anak yang rajin dan berbakti kepada orang tua

Tidak ingin melihat ibunya hidup miskin dan susah, Malin kundang ingin mengadu nasib ke kota. Mande Rubayah sendiri sebenarnya tidak setuju dengan keputusan anaknya, tetapi karena keinginan Malin Kundang yang begitu besar, akhirnya ia pun dengan sangat berat hati memberikan izin kepada anaknya untuk merantau

Untuk menyimak kisah selengkapnya bisa anda baca melalui tautan link berikut

Cerita Rakyat Malin Kundang

6. Cerita Dongeng Putri Salju

cerita dongeng anak putri salju

Pada zaman dahulu, hiduplah seorang ratu dan raja dengan putrinya yang sangat cantik yang diberi nama Putri Salju. Mereka hidup bahagia bersama namun sang ratu meninggal dunia pada saat putri salju masih kecil

Tidak beberapa lama, sang raja memutuskan untuk menikah lagi dengan seorang wanita yang juga tidak kalah cantik dengan permaisuri sebelumnya

Tanpa sepengetahuan sang raja, permaisuri baru yang juga sebagai ibu tiri dari putri salju memiliki sifat iri dan dengki jika melihat ada wanita lain yang kecantikannya melebihi dirinya

Sifat iri dan dengki ini menyebabkan ratu baru tersebut sangat membenci putri salju karena kecantikannya. Bagaiman cerita selngkapnya? Baca melalui tautab link di bawah ini

Cerita Dongeng Putri Salju

Itulah kumpulan cerita dongeng singkat sebagai pengantar tidur anak terbaik yang kami pilih berdasarkan pesan moral dan nilai positif yang termuat dalam cerita.

Tentu masih banyak cerita dongeng anak menarik lainnya yang bisa bapak ibu bacakan untuk anak-anak. Silahkan buka menu kategori inspirasi untuk memilih cerita menarik lainnya

Tinggalkan komentar