Cerita Sangkuriang dan Dayang Sumbi : Legenda Asal Gunung Tangkuban Perahu

Satu lagi legenda dari rakyat jawa barat yang cukup populer dan menarik untuk dibacakan, baik untuk mengisi waktu senggang maupun sebagai cerita pengantar tidur adalah kisah Sangkuriang dan Dayang Sumbi

Di kalangan masyarakat, legenda Sangkuriang lebih dikenal sebagai sebuah cerita yang erat kaitannya dengan gunung Tangkuban Perahu saja.

Padahal legenda tersebut juga mengisahkan tentang gunung Bukit Tunggul, Gunung Burangrang dan sebuah danau yang semuanya terletak di jawa barat

Berikut kisah cerita lengkap Sangkuriang dan Dayang Sumbi yang juga menjadi legenda asal dari gunung tangkuban perahu di jawa barat

Cerita Legenda Sangkuriang

Alkisah……….

Pada jaman dahulu ada seorang raja yang sakti mandraguna bernama Sungging Perbangkara

Pada saat melintasi sebuah hutan, Raja sakti tersebut membuang hajat (air seni/kencing) pada salah satu tanaman keladi yang tumbuh liar di hutan tersebut

Air seni yang tertampung pada pohon keladi tersebut akhirnya diminum oleh babi hutan yang sedang kehausan pada saat melintasi hutan tersebut

Babi tersebut akhirnya mengandung setelah meminum air di pohon keladi yang sebenarnya itu adalah air seni dari raja sakti

Singkat cerita, beberapa bulan kemudian, babi tersebut melahirkan seorang bayi perempuan

Perihal seekor babi yang melahirkan bayi perempaun ini diketahui oleh si Raja Sakti Sungging Perbangkara

Ia pun segera pergi menuju hutan bermaksud untuk membawa bayi perempuan itu ke istana kerajaan. Raja Sungging akhirnya menemukan bayi tersebut dan diberi nama Dayang Sumbi

Dayang Sumbi tumbuh menjadi wanita yang sangat cantik jelita. Banyak pangeran, raja , maupun bangsawan dari kerajaan lain yang ingin mempersunting sebagai istrinya

Tidak sedikit dari para pengeran dan raja tersebut saling berperang demi memperebutkan Dayang Sumbi, padahal tidak satupun dari mereka diterima oleh Dayang Sumbi

Menghadapi kenyataan banyak terjadi peperangan yang diakibatkan oleh kecantikan dirinya, membuat Dayang Sumbi bersedih

Demi menghindari peperangan antar raja dan pangeran, akhirnya Dayang Sumbi meminta izin untuk mengasingkan diri ke hutan

Izinpun diberikan dan Dayang Sumbi akhirnya mengasingkan diri dengan ditemani seekor anjing bernama Tumang yang merupakan titisan dewa yang dikutuk dan dibuang ke bumi

Selama mengasingkan di hutan tersebut, Dayang Sumbi banyak menghabiskan waktu dengan menenun

Pada satu waktu, alat tenun yang digunakannya terjatuh. Karena perasaan malas dan tanpa kehati-hatian Dayang Sumbi berucap

“Siapapun yang bersedia mengambilkan peralatan tenunku yang terjatuh, seandainya itu lelaki akan kujadikan suami, jika dia perempuan dia akan kujadikan saudara.”

Tak beberapa lama setelah Dayang Sumbi menyelesaikan ucapannya, Tumang mengambilkan alat tenun yang terjatuh tersebut

Termakan dengan ucapannya akhirnya Dayang Sumbi tidak memiliki pilihan lain kecuali menikahi anjing tersebut

Kisah Sangkuriang dan Dayang Sumbi

Pendek cerita, beberapa bulan kemudian Dayang Sumbi melahirkan seorang anak laki-laki yang diberi nama Sangkuriang

Waktu terus berlalu dan sekarang Sangkuriang sudah menjadi laki-laki dewasa yang tampan, gagah, kuat dan sakti mandraguna

Selama hidup dihutan, Sangkuriang kerap berburu bersama Tumang namun Sangkuriang tidak pernah tahu bahwa Tumang adalah ayahnya

Pada suatu waktu, mereka kembali berburu dan kali ini Sangkuriang menargetkan kijang sebagai hewan buruannya karena ibunya sangat ingin memakan hati kijang

Dari kejauhan Sangkuriang melihat seekor kijang dibalik semak belukar, ia segera memberi perintah kepada Tumang untuk menyergap kijang tersebut

Namun aneh dan tidak seperti biasanya, tumang yang biasanya selalu menuruti Sangkuriang, kalik ini tidak menggubris apa yang diperintahkan Sangkuriang

Sangkuriang menjadi marah ” Jika kau tidak menuruti perintahku, aku akan membunuhmu” ucap Sangkurian ke Tumang

Tumang tetap tak bergeming dengan ancaman Sangkurian. Akhirnya, Sangkuriang membunuh Tumang dan mengambil hati-nya untuk diberikan ke ibunya

Dayang Sumbi yang tidak tahu kalau hati yang diberikan oleh Sangkuriang sebenarnya adalah hati tumang (suaminya), langsung memasak hati tersebut dan memakannya

Singkat cerita, Pada akhirnya Dayang Sumbi mengetahui kalau hati yang dimakan tersebut adalah hati tumang suaminya. Ia pun sangat marah dan memukul kepala Sangkuriang hingga terluka

Sangkuriang sangat kecewa dan marah dengan perlakukan ibunya yang sepertinya lebih menyayangi tuman ketimbang anaknya sendiri. Sangkuriang lantas pergi meninggalkan ibunya

Setelah kepergian anaknya, Dayang Sumbi menyesali perbuatannya dengan bertapa untuk memohon ampun

Permohonan Dayang Sumbi didengar oleh para Dewa dan memberikan anugrah kecantikan yang abadi kepada Dayang Sumbi

Tahun terus berganti..Pengembaraan Sangkuriang selama bertahun-tahun membuat ia banyak bertemu dan berguru dengan orang-orang sakti

Perjalanan Sangkuriang yang tanpa arah selama bertahun-tahun, tanpa disadarinya pada akhirnya kembali ke tempat dimana ia lahir

Kisah Cinta Sangkuriang dan Dayang Sumbi

Di tempat tersebut Sangkuriang bertemu dengan wanita yang sangat cantik. Siapapun akan terpesona melihat wanita tersebut, tak terkecuali Sangkuriang. Wanita tersebut adalah Dayang Sumbi

Sangkuriang tidak menyadari bahwa wanita yang telah memikat hatinya tersebut adalah ibunya sendiri, begitu pun juga dengan Dayang Sumbi yang lupa bahwa laki-laki tampan nan gagah tersebut adalah anaknya sendiri

Keduanya telah jatuh pada rasa cinta dan mereka akan menikah. Namun Sangkuriang berniat untuk berburu sebelum pernikahannya dilangsungkan

Dayang Sumbi ikut menyiapkan acara perburuan Sangkuriang, ia membantu mengikatkan penutup kepala kepada calon suaminya. Pada saat itulah Dayang Sumbi sadar bahwa pemuda yang akan menjadi suaminya itu adalah anaknya setelah melihat bekas luka di kepala Sangkuriang

Karena sangat yakin bahwa pemuda tersebut adalah anaknya sendiri, Dayang Sumbi hendak menggagalkan pernikahan mereka dan menjelaskan kepada Sangkuriang bahwa dirinya adalah ibunya

Sangkuriang yang sudah buta dengan kecantikan Dayang Sumbi tidak menerima apapun keterangan yang diberikan oleh ibunya dan tetap ingin menikahinya

Agar pernikahannya tetap gagal, akhirnya Dayang Sumbi mau menikah asalkan Sangkuriang mampu memenuhi beberapa persyaratan yang menurutnya tidak mungkin mampu dipenuhi oleh Sangkuriang

“Jika memang begitu kuat keinginanmu untuk menikahiku, aku mau engkau memenuhi permintaanku” Kata Dayang Sumbi

“Apa permintaan yang engkau kehendaki.” Tantang Sangkuriang

“Aku ingin sungai citarum dibendung untuk dibuat danau, dan didalam danau itu ada perahu besar.”

“Semua itu harus dapat engkau selesaikan dalam waktu satu malam.” ”Sebelum fajar terbit, kedua permintaanku itu harus telah selesai engaku kerjakan.” Ucap Dayang Sumbi.

“Baiklah, aku akan memenuhi permintaanmu.” Jawab Sangkuriang menerima persyaratan yang diajukan Dayang Sumbi tanpa ragu & langsung pergi untuk mengerjakan apa yang diinginkan calon istrinya

Dengan kesaktiannya, Sangkuriang dengan mudah menebang sebuah pohon yang sangat besar untuk dijadikan sebagai perahu

Batang serta ranting pohon dikumpulkan hingga menjadi tumpukan yang sangat tinggi, yang konon tumpukan tersebut menjelma menjadi Gunung Burangrang dan tunggul pohon menjelma menjadi gunung bukit Tunggul

Tugas pertama Sangkuriang selesai dengan membuatkan perahu besar sesuai dengan apa yang diminta Dayang Sumbi

Tanpa henti dan dengan segala kesaktiannya, Sangkuriang melanjutkan tugas berikutnya yaitu membendung aliran deras sungai citarum agar menjadi sebuah danau

Untuk mempercepat pekerjaannya ini, Sangkuriang memanggil para mahluk halus

Dayang Sumbi yang memperhatikan dari kejauhan, menjadi cemas ketika melihat Sangkuriang hanya membutuhkan sedikit waktu lagi untuk menyelesaikan tugasnya

Dayang Sumbi sadar bahwa dirinya tidak mungkin menikah dengan anaknya sendiri, akhirnya dayang sumbi mencari jalan untuk menggagalkan Sangkuriang

Dayang Sumbi lantas menebarkan buah rarang dan memaksa ayam Jantan berkokok sebagai tanda fajar tiba.

Apa yang dilakukan Dayang Sumbi berhasil membuat para mahluk halus lari terbirit-birit meninggalkan pekerjaannya karena takut mengetahui fajar akan segera tiba, padahal saat itu masih malam

Sangkuriang yang melihat para pekerjanya dari para mahluk halus pergi, segera sadar bahwa ia telah dicurangi. Ia sangat yakin bahwa waktu fajar belum tiba

Sangkuriang yang tidak mampu menyelesaikan sisa pekerjaannya tanpa bantuan para mahluk halus, menjadi sangat marah

Ia meluapkan seluruh amarah dan kesaktiannya dengan menjebol bendungan di Sanghyang Tikoro. Sumbatan aliran sungai Citarum dilemparkan ke arah timur dan menjelma menjadi gunung Manglayang.

Belum juga reda rasa amarahnya, dengan segala kekuatannya, Sangkuriang menendang perahu besar yang dibuatnya hingga terlempar jauh dan jatuh tertelungkup yang kisahnya perahu ini menjadi sebuah gunung yang dikenal dengan Gunung Tangkuban Perahu

Dari kejauhan Sangkuriang melihat Dayang Sumbi yang telah berlaku curang kepadanya, amarahnya kembali meledak dan mengejar Dayang Sumbi

Dengan penuh rasa takut Dayang Sumbi berlari menjauh dan menghilang di sebuah bukit yang dalam cerita ini bukit tersebut berubah menjelma menjadi gunung Putri sedangkan Sangkuriang akhirnya menghilang ke alam gaib

Selesai…

Pesan Moral Cerita Legenda Sangkuriang

Pesan moral dari cerita Sangkuriang dan Dayang Sumbi yang kita kenal sebagai legenda asal gunung tangkuban perahu ini adalah

  • Bersikap jujur : Sesuai dengan pepatah dan kata bijak bahwa satu kebohongan akan membutuhkan banyak kebohongan lagi untuk menutupi kebohongan
  • Perbuatan curang pada hakikatnya tidak akan pernah menjadi jalan untuk bahagia melainkan hanya mendatangkan permusuhan dan musibah bagi diri sendiri dan orang lain
  • Suatu kelebihan apapun yang kita miliki, apakah itu kesaktian maupun kecerdasan tidak akan memberikan manfaat kepada pemiliknya kecuali digunakan untuk hal yang baik

Tinggalkan komentar