Legenda Batu Menangis – Cerita Rakyat Kalimantan Barat

Batu menangis merupakan cerita rakyat dari kalimantan barat yang mengisahkan celakanya seorang anak yang durhaka kepada ibunya.

Seperti cerita rakyat nusantara lainnya, banyak pesan moral yang dapat kita petik dari cerita batu menangis. Apa saja itu? Simak kisah selengkapnya

Legenda Batu Menangis – Cerita Rakyat Kalimantan Barat

legenda batu menangis
gambar legenda batu menangis

Pada zaman dahulu kala, hiduplah seorang ibu bersama anak perempuannya yang bernama Darly

Darly adalah seorang gadis cantik dengan tubuh yang putih dan indah. Namun sayang sikap dan sifatnya tidak seanggun wajahnya

Dahulu mereka hidup berkecukupan, namun setelah ayah Darly meninggal, sang ibu harus bekerja keras di ladang untuk mencukupi kebutuhan hidup mereka

Karena setiap hari bekerja di ladang, kulitnya jadi kian gelap dan menjadi kurus. Bagi seorang ibu, apapun dilakukan demi kebahagiaan anaknya.

Namun apa yang dilakukan Darly?? Dia tidak mau membantu ibunya. Kerjanya hanya berdandan dan enggan keluar rumah karena takut kulitnya gelap seperti ibunya

Suatu hari ibu Darly hendak bekerja sampai sore di ladang sebab musim panen sudah tiba. Ia pun meminta bantuan kepada Darly

"Darly, bisakah kamu memasak hari ini nak…, ibu tidak bisa pulang siang ini, karena harus menyelesaikan panen. Jika sudah selesai, tolong antarkan ke ladang untuk ibu"? Kata ibunya,

Darly yang sedang menyisir rambutnya dengan santai menjawab

"Tidak mau bu, kalau aku masak nanti rambutku bau tungku dan aku tidak mau ke ladang nanti kulitku menjadi gelap"

Mendengar jawaban anaknya, ia hanya menahan nafas berusaha memahami ketidak mauan sang anak dan ia pun beranjak pergi ke ladang

Sembari melakukan pekerjaannya di ladang, ia teringat dengan anaknya dan merasa sedih lantaran satu-satunya anak yang disayanginya memiliki sifat pemalas. Ia pun ber’doa di dalam hati “Ya tuhan, tolong ubah anakku, lepaskan dia dari sifat malasnya”

Setelah menyelesaikan semua pekerjaan di ladang, ibu Darly pulang dengan rasa letih dan lapar, namun sesampai di rumah, tidak ada satu makananpun yang bisa disantap

Melihat ibunya kembali, dengan suara lantang Darly berkata

"Ibu kemana aja sih, masa tidak ada makanan di rumah. Aku kan lapar, seharian tidak makan"!!!

Mendengar anaknya berkata kasar seperti itu, si ibu terdiam hampir tidak percaya dengan apa yang baru saja dikatakan oleh anaknya

Ia pun menoleh ke arah Darly bermaksud untuk memarahi si anak tapi ternyata Darly sudah tidak ada (mengunci diri di kamar)

Singkat cerita, keesokan harinya si ibu pergi ke pasar untuk menjual hasil panen dan pulang dengan membawa sejumah uang

Mengetahui ibunya memiliki uang, Darly datang menghampiri ibunya dan berkata dengan sedikit manja

Buu..., Bedakku habiis., tolong belikan ya bu...

Ya.., tapi besok ya nak, sekarang sudah soreJawab si ibu

Keseokan harinya, Darly tampak lain dari biasanya. Ia tampak sangat cantik dan ceria dengan pakaian terbaiknya

Melihat anaknya yang ceria, si ibupun ikut merasakan kebahagiaan

Singkat cerita mereka pun berjalan menuju ke pasar

cerita batu menangis
gambar cerita batu menangis

Di tengah perjalanan, tidak jauh dari pasar, Darly bertemu dengan teman wanitanya dan teman tadi bertanya kepada Darly

Hai Darly.., kamu mau kemana?? Ehmm, dia siapa Darly? ibumu yaa??

Ternyata si teman tadi tidak mengetahui kalau ternyata Darly memiliki seorang ibu yang kotor dan jelek

Karena merasa malu, Darly menjawab dengan berbisik kalau yang bersamanya adalah pembantunya.

Sayangnya sang ibu tetap mendengar apa yang diucapkan Darly. Betapa sedih dan terlukanya hati seorang ibu yang tidak mau mengakui ibunya sendiri.

Tidak ingin ribut dan dilihat oleh orang banyak, si ibu berusaha menahan amarah dan perjalananpun dilanjutkan

Sampai di tengah pasar, kembali Darly bertemu salah seorang temannya dan entah kenapa selalu menanyakan hal yang sama

Untuk yang kedua kalinya Darly berbohong kepada temannya dengan mengatakan bahwa yang bersamanya bukanlah ibunya melainkan pembantunya

Sang ibu tidak kuasa lagi menahan rasa sedih bercampur amarah.

Dengan bercucuran air mata, sang ibu ber’doa dalam hati

"Ya Tuhan...hamba sudah tidak kuat lagi dengan sikap anak hamba. Tolong kiranya Engkau (Tuhan) menghukumnya agar dia menjadi jera"

Tidak berapa lama kemudian, tiba-tiba tubuh Darly gemetar dan ia pun menjerit minta tolong kepada ibunya

Ibu-nya pun menghampiri Darly. Sementara itu bagian kaki Darly sudah menjadi batu dan secara perlahan terus ke bagian tubuh Darly yang lain

Darly hanya bisa menjerit dan menangis memohon ampun. Ibu-nya pun merasa iba, tapi semua sudah terlambat dan pada akhirnya seluruh bagian tubuh Darli menjadi batu

Selesai…..

Itulah cerita legenda batu menangis yang memberikan pelajaran bahwa sebagai anak, kita tidak boleh membantah apalagi sampai durhaka kepada orang tua

Tinggalkan komentar