Cerita Legenda Timun Mas – Dongeng Rakyat Jawa Tengah

Legenda Timus Mas merupakan cerita dongeng dari rakyat jawa tengah yang mengisahkan seorang gadis pemberani yang mencoba bertahan hidup dari kejaran raksasa jahat yang ingin memakannya

Dongeng Timus mas adalah salah satu contoh dari sekian banyak contoh cerita anak yang sangat populer di indonesia khususnya di jawa tengah.

Di era modern seperti sekarang ini, kisah timun mas sudah diangkat dalam bentuk lain, mulai dari pementasan drama sampai serial televisi anak dalam bentuk kartun maupun sinetron di beberapa stasiun televisi swasta indonesia

Cerita Timun Mas – Dongeng Yang melegenda Dari Rakyat Jawa Tengah

Prolog

Timun mas adalah seorang anak gadis cantik yang cerdas, rajin, dan baik hati. Ia hidup di sebuah kampung di daerah Jawa Tengah yang rumahnya tidak terlalu jauh dengan hutan.

Sejak lahir, timun mas tidak memiliki seorang ayah. Ia hidup dan dibesarkan oleh ibunya yang bernama Srini atau dipanggil Mbok Srini.

Jauh Sebelum Timun Emas Hadir ke Dunia

Sebelum hadir ke dunia, Srini dan suaminya sangat ingin memiliki seorang anak layaknya pasangan suami istri lainnya. Tapi sampai diusia menjelang tua, Srini belum juga dikaruniai anak, bahkan harapan untuk memiliki seorang anak pupus karena suaminya mati

Hidup seorang diri di sebuah desa terpencil membuat Srini merasa kesepian. “Andai saja ia memiliki anak, tentu ada yang menemani dan merawatnya”

Hari berganti hari dilewati oleh Mbok Srini dengan mencari kayu bakar di sebuah hutan yang tidak jauh dari rumahnya

Pada suatu malam, ia tidur dengan begitu lelapnya dan bermimpi ditemui sosok mahluk raksasa yang sangat besar dan menyeramkan

Di dalam mimpinya, raksasa itu menyuruh Mbok Srini untuk pergi ke salah satu pohon besar yang terdapat di hutan tempat biasa ia mencari kayu bakar. Raksasa itu berkata kepada Srini bahwa di bawah pohon tersebut ada sebuah bungkusan yang didalamnya terdapat seorang bayi

Ke-esokan paginya, Srini bangun dan teringat dengan mimpinya semalam. Ada rasa bahagia sekaligus ragu menyelimuti hati Srini “Benarkah mimpiku semalam akan menjadi nyata?” gumamnya

Akhirnya Srini bergegas pergi menuju pohon besar di hutan seperti yang dikatakan raksasa dalam mimpinya

Setiba di bawah pohon besar tersebut, Mbok Srini melihat sebuah bungkusan dan dengan segera mengambilnya. Namun tidak seperti di dalam mimpinya, ternyata di dalam bungkusan tersebut tidak ditemukan seorang bayi melainkan hanya sebutir biji timun

Tidak lama kemudian tanpa Srini sadari, sosok raksasa yang hadir di alam mimpinya menghampirinya dari arah belakang dengan suara tawa yang sangat keras

Srini yang masih berdiri memegang biji timun pun terkaget menoleh ke arah belakang dan hampir pingsan melihat sosok raksasa dengan wajah yang begitu amat seram, bahkan lebih seram dari apa yang ia lihat di dalam mimpi

Ia pun menjerit ketakutan

“Ampun…!!! Jangan memakanku” pinta Mbok Srini dengan suara gemetar dan wajah pucat

” Jangan takut, hai perempuan tua!! “aku tidak ingin memakanmu” “Dagingmu terlalu tua untuk kumakan” seru raksasa tersebut.

“Bukankan kamu menginginkan seorang anak? Tanya raksasa

“Be..benar, raksasa” Jawab Mbok Srini dengan nada ragu dan gugup

“Kalau begitu, tanam biji timun itu! Kelak kamu akan mendapatkan seorang anak perempuan. Tapi, ingat! Kamu harus menyerahkan anak itu kepadaku saat ia sudah dewasa. Anak itu akan kujadikan santapanku,” ujar raksasa itu.

Karena begitu besarnya keinginan memiliki seorang anak, ia pun setuju tanpa memikirkan resiko yang dihadapi dikemudian hari

Tak selang beberapa lama, si raksasa pun menghilang dan Mbok Srini langsung pulang kerumah untuk menanam biji timun tersebut.

Hadirnya Gadis Cantik (Timun Mas) Ke Dunia

Singkat cerita, 2 bulan kemudian biki timun yang ditanam di perkarangan sempit rumahnya mulai berbuah namun anehnya hanya ada 1 buah dan bentuknyapun tidak seperti timun pada umumnya. Warna buah timun kuning seperti emas dan semakin membesar dengan sangat cepat setiap harinya

Setelah melewati hari yang panjang, buah timun dengan warna keemasan itu masak dengan ukuran yang sangat besar. Srini memetiknya dengan penuh penasaran sembari berharap ada keajaiban yang ia dapatkan dari timun tersebut

Pada saat hendak membelah timun tersebut, Srini sempat teringat dengan perkataan raksasa waktu di hutan, bahwa dirinya akan mendapat seorang anak perempuan dari timun tersebut

Ketika buah timun terbelah, betapa terkejutnya ia dan tanpa sadar air mata tangis bahagia meleleh membasahi kulit keriputnya ketika melihat bayi perempuan yang cantik nan mungil berada di dalam buah timun

Panpa pikir panjang ia langsung mengambil sang bayi yang kelak diberi nama “Timun Mas” dengan tangis haru karena keinginannya untuk memiliki seorang anak terwujud.

Dipeluk erat dan dicium penuh kasih sayang bayi perempuan itu. Ia tak lagi ingat bahwa saat besar nanti, bayi tersebut harus diserahkan kepada raksasa

Hari pun berlanjut, kini Mbok Srini melewati hari dengan bahagia bersama anaknya. Tidak ada waktu yang dilewati kecuali bersama anaknya, tidak ada yang mampu menandingi rasa bahagia kecuali tawa riang sang anak

Mbok Srini menumpahkan segala perhatiannya kepada sang anak dan begitu pun sebaliknya, Timun Mas sangat menyayangi ibunya melebihi apapun di dunia ini

Hari berganti bulan dan berganti tahun, tanpa terasa bayi yang dulu mungil kini tumbuh besar dengan paras cantik, cerdas, dan periang

Kembalinya Raksasa Untuk Menagih Janji

Pada suatu malam, Mbok Srini kembali bermimpi didatangi raksasa. Di dalam mimpinya raksasa berpesan bahwa dalam seminggu ia akan datang untuk mengambil Timun Mas untuk dimakan

Ke-esokan harinya, Mbok Srini termenung dan sedih memikirkan nasib anaknya jika raksasa itu benar-benar datang seperti yang dikatakan dalam mimpinya. Ia tidak rela berpisah dengan anaknya terlebih lagi sampai melihat buah hatinya di santap oleh raksasa

Melihat keadaan ibunya yang sedang bersedih, timun mas mencoba menghibur dengan canda tawa. Akan tetapi kesedihan Srini terlalu besar untuk ditutupi

Tidak ingin melihat ibunya terus larut dalam kesedihan, ia pun bertanya kepada ibunya

” Bu, mengapa ibu tampak begitu sedih? Adakah yang bisa aku perbuat untuk menghilangkan kesedihan Ibu? Tanya Srini

Mendengar pertanyaan anaknya yang begitu santun, tak sanggup rasanya menceritakan keadaan sebenarnya, tapi karena terus didesak akhirnya Srini menceritakan perihal yang membuatnya bersedih hati

” Maafkan ibu nak, kalau selama ini ibu menyembunyikan sesuatu darimu” ucap Srini

” Apa yang ibu sembunyikan dariku? “ Tanya Timun Mas penasaran

” Sebenarnya kamu bukanlah anak kandungku, dan kamu tidak pernah lahir dari rahim seorang ibu”

” Apa maksud ibu” Timun Mas menyela karena tidak mengerti dan tidak percaya dengan apa yang baru didengarnya

Akhirnya diceritakanlah semua rahasia selama ini sampai pada mimpinya semalam

Setelah mendengar cerita yang sebenarnya, Timun Mas berkata kepada ibunya

” Bu…, akun tidak akan ikut dengan raksasa itu, bagaimanapun caranya”

Mereka-pun termenung memikirkan apa yang harus dilakukan jika raksasa itu datang

Waktu seolah berjalan begitu cepat, sampai hari ke-7 (1 minggu setelah kejadian mimpi) mereka belum juga menemukan jalan keluar

” Nak, hari ini mungkin menjadi hari terakhir ibu bisa memeluk dan menciummu” kata Srini dengan linangan air mata

Pun begitu dengan Timun Mas, menangis dalam pelukan ibunya yang sangat menyanyanginya.

Larut dalam suasana kesedihan, entah dari mana datangnya, tiba-tiba terlintas dalam pikiran Srini sebuah cara yang mungkin bisa berhasil mengelabui si raksasa

Ia menyuruh anaknya untuk berpura-pura sakit dengan harapan si raksasa mau memberikan tenggang waktu sampai anaknya kembali sehat

Waktu beranjak sore, tiba-tiba terdengar dari kejauhan suara derap langkah yang semakin lama semakin terdengar jelas

Mbok Srini pun mengetahui dengan penuh rasa takut bahwa pasti itu suara langkah Raksasa. Mereka pun bergegas menjalankan rencana dengan menyelimuti anaknya layaknya orang sakit

Tak selang beberapa lama, suara raksasa terdengar memanggil Srini

“Hai, Perempuan Tua! Mana anak itu? Aku akan membawanya sekarang,” pinta raksasa itu.

“Maaf, Tuan Raksasa! Anak itu sedang sakit keras. Jika kamu menyantapnya sekarang, tentu dagingnya tidak enak. Bagaimana kalau tiga hari lagi kamu datang kemari? Saya akan menyembuhkan penyakitnya terlebih dahulu,” bujuk Mbok Srini

“Baiklah, kalau begitu! Tapi, kamu harus berjanji akan menyerahkan anak itu kepadaku,” kata raksasa itu & Mbok Srini pun setuju

Setelah melewati kejadian itu, Srini kembali berfikir keras, bagaimana cara menyelamatkan anaknya dari raksasa. Akhirnya Srini menemukan jalan keluar, setelah ingat dengan seorang pertapa yang pernah diceritakan suaminya dahulu

Ke-seokan paginya, Srini pergi ke sebuah gunung untuk menemui pertapa, sesampainya disana ia pun menyampaikan maksud kedatangannya dan menceritakan masalah yang dihadapi anaknya

Setelah mendengar cerita dari Mbok Srini, Pertapa itu masuk ke ruangan dan tak lama kemudian keluar dengan membawa empat bungkusan

“Srini, berikan bungkusan-bungkusan ini ke anakmu. keempat bungkusan ini berisi biji timun, jarum, garam dan terasi. Jika raksasa itu mengejarnya, sebarkan isi bungkusan ini”. jelasnya

Singkat cerita, Srini pulang kembali ke gubuknya kemudian memberikan dan menjelaskan fungsi keempat bungkusan tersebut kepada anaknya

Perburuan Raksasa Dengan Timun Mas

Dua hari kemudian raksasa itu datang kembali menemui Srini

“Hai, perempuan tua! Kali ini kamu harus menepati janjimu. Jika tidak, kamu juga akan kujadikan santapanku!” ancam raksasa itu.

Dengan tenang Srini memanggil anaknya. tak lama kemudian Timun Mas keluar menghampiri ibunya. Melihat anaknya diselimuti rasa takut, Srini mencoba menenangkannya

Jangan takut anakku, jika raksasa itu mau menangkapmu, segera lari dan gunakan keempat bungkusan itu untuk mengalahkannya

Baik Bu,” jawab Timun Mas

Raksasa yang sudah tidak sabar lagi ingin menyantap daging manis Timun Mas, menghampiri bermaksud untuk menangkapnya. Dengan sigap Timun Mas lari sekencang-kencangnya menuju hutan

Setelah beberapa lama berlari, Timun Mas merasa lelah dan pada saat itulah ia mengeluarkan bungkusan yang diberikan oleh pertapa

Bungkusan pertama yang ia keluarkan adalah biji timun. Ditebarkan biji timun tersebut di sekelilingnya. Sungguh ajaib..,, Hutan yang berada di sekelilingnya tiba-tiba berubah menjadi ladang timun

Dengan sekejap, batang timun tersebut melilit seluruh tubuh raksasa tapi ternyata raksasa itu mampu melepaskan diri dari lilitan batang timun dan kembali mengejar

Sambil berlari, timun mas mengeluarkan bungkusan kedua yang berisi jarum dan ditebarkannya bungkusan itu ke arah raksasa. Tanpa menunggu waktu lama, jarum yang ditebarkan itu berubah menjadi rerimbunan bambu dengan ujungnya yang runcing dan tajam

Usaha tersebut ternyata tidak berhasil. Raksasa itu berhasil lolos dari jebakan pohon-pohon bambu tersebut dengan sedikit luka di kakinya akibat terkena tusukan bambu. Kembali raksasa mengejar dengan penuh marah karena tidak menyangka kalau anak ini melakukan perlawanan

Sadar dirinya masih diburu, Timun Mas mengeluarkan kembali bungkusan ketiga yang berisikan garam dan langsung dilemparkan ke arah belakang. Tiba-tiba seluruh hutan yang dilewatinya berubah menjadi lautan luas

Lagi-lagi usahanya gagal, karena meskipun berbadan besar, raksasa itu mampu melintasi lautan tersebut tanpa hambatan

Melihat raksasa yang begitu tangguh dan usahanya selalu gagal,sementara itu hanya tersisa satu lagi senjata yang dimilikinya, Timun Mas nyaris putus asa. Tapi rasa sayang antara dia dan ibunya, memberikan kekuatan untuk kembali berlari menjauh dari kejaran raksasa

Kali ini ia berusaha untuk tenang dan tidak terburu-buru menggunakan senjatanya

Ia berhenti berlari dan mengeluarkan bungkusan terakhir miliknya yang berisi terasi. Di genggam erat terasi itu dan sengaja menunggu datangnya raksasa untuk memastikan terasi tersebut mengenai tepat di badan raksasa

Si raksasa yang melihat mangsanya hanya diam berdiri seperti menyerah, tertawa dengan nada senang sembari menghampiri Timun Mas

Tapi apa yang terjadi…, setelah si raksasa berada sangat dekat dengan dirinya, dengan sangat cepat Timun Mas melemparkan terasi tersebut ke badan raksasa dan segera lari menjauh

Benar saja, terasi tersebut berubah menjadi lumpur panas yang terus meluas dan melumuri badan raksasa. Akhirnya raksasa itu pun tenggelam mati di kubangan lumpur panas

Dengan sisa tenaga yang dimilikinya, Timun Mas kembali menemui ibunya yang pasti khawatir dengan keadaan dirinya

Melihat anaknya selamat, Mbok Srini langsung menghampiri dan memeluk anak kesayangannya.

Itulah akhir kisah dari cerita legenda Timun Mas yang berhasil selamat dari kejaran raksasa.. yang sebenarnya ini hanyalah cerita dongeng yang berasal dari rakyat jawa tengah yang tentu saja tidak pernah terjadi di kehidupan nyata. Semoga terhibur & maaf jika ada salah kata ataupun penulisan

Tinggalkan komentar